Posted by : Shirayuki-chan Jumat, 09 Desember 2016

My First Lite Novel!!

moshi moshi minnasan^^
yosh, dipostingan kali ini aku mau share hasil karangan (?) ane xD
sebenarnya ane masih belum terlalu pede buat nge post ini ><
ini adalah lite novel pertama aku, salah satu impian aku adalah ingin menerbitkan buku, tapi masih belum kesampaian sampai sekarang T.T
gak tahu lite novel? ituloh, novel ringan khas jepang yang suka diselipin gambar manga disetiap chapternya, seperti lite novel sukses SWORD ART ONLINE yang diadaptasi jadi anime >,<


Title : The Clan
Genre : Action, Thriller, Romance
Author : Lia Siti Nurrohmah
ilustrasi lite novel ini masih proses T^T harap menunggu ya :)

Sinopsis :

zaman sekarang tidak lagi seperti zaman dahulu, ketika banyak kelompok klan di Jepang yang saling berseteru untuk menemukan arti kedamaian sejati, salah satu klan terkuat yang masih bertahan hingga sekarang adalah klan Otsutoki, yang merupakan klan terkuat sepanjang sejarah karena memiliki kemampuan mata yang mampu mengendalikan manusia. dimana ada kegelapan disitu pasti terselip cahaya. sedangkan klan Mikazuki adalah cahaya, yang mencoba memberikan jalan dan arah kepada klan Otsutoki yang selalu mengambil jalan kegelapan.




Case 1 :
Klan Okoyoshi


-Bangunan tua rusak,02:00 AM-

“apakah disini tempat perjanjiannya?”
“ya…sesuai dengan isi emailnya.”
Gelap gulita malam dan siulan serangga malam menemani beberapa orang manusia yang sedang mengendap-endap di sekitar bangunan tua. Salah satu dari mereka melirik ke kanan kiri memastikan sesuatu. Salah satu dari mereka juga menggenggam secarik dokumen.
“tapi…apakah yang kita lakukan ini sudah benar?”
senpai!(senior) sudahlah! Ini demi teman kita! Kita bisa mendapatkannya kembali suatu saat nanti!”
“ayo, aku mendengar suara mobil melaju kesini”
Mereka yang terdiri dari 2 orang pria dan satu orang wanita pun berlari kecil menuju arah sumber suara. Ketiganya berhenti ketika silauan lampu mobil dari kejauhan  mengenai mereka.
Seseorang tampak keluar dari mobil itu. Pakaiannya yang serba hitam dengan wajah ditutupi masker gelap membuatnya nyaris seperti hantu yang muncul dari kegelapan. Namun sinar matanya menunjukkan aura dingin melebihi dinginnya udara malam. Dia juga menarik seorang lain dari mobilnya.
“bagaimana? Kalian sudah bawa dokumennya?”pria bermasker itu menatap ketiga orang didepannya. Tapi yang menarik perhatiannya adalah dokumen yang digenggam oleh salah satu dari mereka.
“lepaskan dulu teman kami”
“aku sudah tahu modus-modus para polisi seperti kalian. Jadi letakkan dulu dokumen itu di tanah”
“…”
Suasana malam yang menunjukkan pukul 2 dinihari itu semakin dingin dan mencekam. Kedua kubu saling terdiam. Takuya yang memegang dokumen itu masih diam.
“Takuya, taruh dokumennya…”
“tapi…”
Takuya menelan ludahnya. Dia tidak menatap pria bermasker yang berdiri tak jauh didepannya, namun seorang pria lain yang ada disebelah pria bermasker itu. Menatap penuh khawatir.
“ini…demi Fuji-kun…”
BAKA!!(payah!!) jangan serahkan itu…!!”
“sudah kubilang padamu jangan banyak bicara!”si pria bermasker spontan saja memukul pria yang ada disebelahnya hingga badannya oleng dan nyaris tersungkur ke tanah.
“aku akan benar-benar membunuhmu jika kau bicara lagi!”
“ambillah! Dan berhentilah menyakiti teman kami!!”Kurumi melempar dokumen yang masih digenggam Takuya ke depan pria bermasker itu. Dia mengambil berkas-berkas itu dengan hati-hati.
“keputusan bagus, opsir-opsir Tokyo Police. Bawa kembali sampah itu!”si pria bermasker pun menaiki mobilnya dan meninggalkan mereka.
“Fuji-kun! Kau baik-baik saja?!”
“heii kau baik-baik saja? Bertahanlah!”Takuya menahan kedua bahu Fuji yang sudah terlihat lemas.—babak belur--. Inilah yang sejak tadi membuat pria bermata coklat ini khawatir. Wajah rekannya yang sekarang sedang ditatapnya berlumuran darah dengan luka lebam dan memar. Tak terkecuali pakaiannya yang robek dengan banyak luka gores di kulitnya.
“sudah kubilang…kan…kau tidak perlu…menyerahkan kasus itu…tak perlu mencemaskan…aku…”
“DASAR PAYAH!! MANA BISA KUBIARKAN KAU MATI!!? KAU ITU SAHABATKU TAHU!!”
DHOORRR!!!
DEGG
Suara tembakan keras yang mendadak muncul kembali membuat suasana mencekam. Dan betapa terkejutnya Takuya, melihat darah segar mengalir dari kepala Fuji.
“tidak mungkin…”
“Taku…ya…”
Tubuh itu semakin melemas hingga tak bisa menahan diri. Tembakan mendadak itu benar-benar kena telak di pelipis Fuji. Takuya dengan spontan menahan tubuh itu sebelum jatuh ke tanah.
“tidak…tidak mungkin…”
DEGG
 “iranai…iranai…IRANAI!!!!!!(tidak…tidak…TIDAK!!!!) bertahanlah bodoh!! Kau takkan mati!!
“AAAAARRRRRRRHHHHHHH!!!!!!!”
Tubuh itu tak sadarkan diri. Di kedua tangan Takuya
***

-Tokyo, 02 Maret 2015, 11:00 AM-

“irrashaimase(selamat datang)Takuya-kun, bagaimana tugasmu hari ini?
“yah, lumayan melelahkan, mengurusi pabrik illegal pembuatan pil ekstasi memang merepotkan”
Takuya berlalu begitu saja meninggalkan petugas pengaman yang baru saja menyapanya. Dengan jalan yang agak terburu-buru dia mencari sebuah ruangan. Setelah beberapa menit berjalan dia sampai didepan sebuah pintu agak besar dengan tulisan ‘えのきラーブ(Enoki Lab)’. Takuya menggesekkan kartu IDnya ke mesin kecil yang ada di samping pintu itu. Perlahan pintunya terbuka dan dia pun masuk ke dalamnya.
“hari ini sangat melelahkan, kau tahu?”
‘Takuya Enoki’タクヤえのき, begitulah yang tercetak di ID cardnya yang menggantung di saku jasnya. Seorang keisatsu警察(polisi)Tokyo di tahun ke-4. Dia berasal dari klan Enoki, klan yang sangat terkenal dengan ilmu medisnya. Klan ini memiliki sebuah cairan langka yang disebut ‘mizu no fukkatsu 水の復活air kebangkitan’. Air khusus ciptaan klan Enoki ini memang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuatnya dengan bahan-bahan langka dan khusus. Selain memiliki cairan langka itu, klan ini pun mampu mengeluarkan aliran penyembuh dari kedua telapak tangan mereka seperti sinar x-ray.
“kau tidak bosan apa tidur terus? Bantu aku menangkap orang-orang jahat diluar sana, tahu. Kau itu satu-satunya partnerku yang sepadan”
Takuya mendudukkan tubuhnya di kursi samping sebuah tempat tidur yang ditiduri seorang pria. Pria yang dia katakan sebagai partnernya. Kejadian 2 tahun lalu membuat pria ini terus tertidur sepanjang hari, atau bahasa medisnya disebut ‘koma’.
“kuharap kau akan bangun tak lama lagi, Fuji-kun”

***

“jangan lari kau!! Chotto matte!!!(tunggu!!)
Seorang gadis berambut pirang berlarian mengejar seorang pria yang tak jauh darinya. Pria yang dikejarnya terlihat panic karena gadis itu hampir mendekatinya.
“ciih!! Kenapa kecepatanku bisa terkejar olehnya?!”gerutunya makin mempercepat larinya
“jangan lari!!”gadis berambut pirang itu membuka telapak tangan kanannya dan tiba-tiba saja keluar pusaran angin berbentuk shuriken ninja ukuran kecil dan melesat cepat kearah pria itu hingga sukses membuatnya terjerembab ke tanah.
“tak sempat menghindar karena kecepatan anginku tadi kan? Kukira klan Okoyoshi itu benar-benar memiliki kemampuan berlari yang cepat, tak kusangka kau kalah seperti ini”
‘Kurumi Shirayuki クルミ白雪’,itulah nama yang tercetak di ID cardnya. Seorang onna no keisatsu 女の警察 (polisi wanita) pemberani tahun ke-4 di kepolisian Tokyo. Berasal dari klan Shirayuki yang merupakan klan spesialis angin. Mereka mampu mengeluarkan angin dari kedua telapak tangan mereka. Bahkan mengeluarkan angin topan sekalipun. Mereka juga mampu mengeluarkan gas beracun mematikan dari dalam tubuh.
senpai! Kau berhasil menangkapnya?!”2 orang pria dengan wajah ngos-ngosan menghampiri Kurumi yang memandangnya kesal.
“lagi-lagi kalian lamban, sering-seringlah latihan lari! Wakatta?!(mengerti?!)”omel Kurumi pada mereka berdua.
“h-habis kan Okoyoshi Kato memang terkenal sebagai orang yang mampu melarikan diri secepat apapun…ya kan…Hirose??”
2 orang pria bersama Kurumi adalah Hiroya dan Hirose , polisi tahun pertama yang merupakan junior Kurumi. Mereka berasal dari klan Futago 双子, klan yang identic dengan anggotanya yang memang semuanya kembar. Hiroya memiliki penampilan rambut coklat tua diikat ke atas, sedangkan Hirose diikat kebawah.
“aish…alasan…kalian tak boleh kalah dari perempuan! Sekarang cepat bawa Okoyoshi Kato ini ke markas dan introgasi segera!”perintah Kurumi pada si kembar itu.
“k-kami? Kami mengintrogasinya langsung?! T-tapi kami kan…pemula…”Hirose melirik Hiroya dengan gugup
“CEPAT BAWA DIA KE MARKAS DAN JANGAN BANYAK TANYA!!”melihat wajah marah seniornya, si kembar kikuk itu langsung terburu-buru menyeret Okoyoshi Kato si tersangka dan memborgol kedua tangannya dan membawanya masuk ke mobil polisi.
“dasar mereka itu…”Kurumi terkikik geli melihat tingkat lucu kedua juniornya.
“aku akan datang hari ini, tunggu aku Fuji-kun

***

“Ni-chan(kakak (laki-laki)), ini aku
Takuya memasuki sebuah ruangan laboratorium dimana disana terdapat banyak lemari obat-obatan, buku-buku medis, tumpukan-tumpukan kertas yang berantakan, juga sebuah jas putih yang terdapat name tag ‘Takagi Enoki’, ‘Tokyo Forensic Team’di sebuah kursi kerja.
“ada apa, Takuya-chan?”seorang pria bertubuh tinggi menghampiri Takuya. Dialah Takagi Enoki, kakak Takuya yang lahir 5 tahun lebih dulu darinya. Dipercaya sebagai pemimpin tim forensic kepolisian Tokyo. namanya dikenal sebagai ‘si Jenius Enoki’ diseluruh dunia karena bakatnya mengembangkan berbagai obat-obatan dengan peralatan canggih namun dengan bahan-bahan sederhana dan mudah didapat.
iie(tidak)…aku hanya ingin menemuimu saja”Takuya duduk disebuah kursi coklat dan Takagi menghampirinya.
“bohong kau Cuma  mau menemuiku, pasti kau ingin menanyakan keadaan Fuji lagi selama 2 tahun terakhir ini ya kan? Bukankah seharusnya kau tahu?”seorang kakak memang sangat pandai membaca pikiran sang adik. Takuya menggangguk pelan mendengar perkataan kakaknya.
“kurasa itu ada benarnya juga…walau sebenarnya aku tahu keadaannya sekarang…tapi aku yakin kakak lebih tahu dariku, karena kau selalu mengawasinya disini”Takuya tersenyum kecil, Takagi menepuk rambut Takuya. Namun memasang senyum yang sedikit terpaksa
Ni-chan…doushite desuka?(jadi bagaimana?)
“…”
Ni-chan?
“Takuya-chan…kau harus menerima…jika seandainya dia tak bisa bangun lagi…”
Raut wajah Takuya memasang ekspresi terkejut. Dia mengepalkan tangannya. Sebenarnya dia tahu itu. Tapi bersikap seolah tidak tahu.
“kau sendiri tahu kan…secara medis, seharusnya dia tewas…”
Takuya menundukkan kepalanya. Di benaknya kembali terbayang kejadian 2 tahun lalu, dimana partner kerjanya tertembak didepan mata kepalanya sendiri. Tertembak timah panas tepat di pelipisnya, hingga seharusnya dia tewas. Namun Takuya yang tak bisa menerimanya mencoba membangkitkan kembali partner kerjanya dengan mizu no fukkatsu langka milik klannya dengan berbagai pertimbangan. Memang membuahkan hasil, tapi membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
“kalaupun…dia sadar…aku khawatir dia…”
“…”
“dia akan menjadi orang lain…”
Takuya menghela napasnya pelan, dia melirik sebuah figura yang ada di meja kerja kakaknya. Disana juga ada foto sang partnernya. Seorang pria berambut coklat madu bermata biru yang tersenyum dengan memakai seragam kepolisian tahun pertama.
“dia satu-satunya temanku Ni-chan, dia harus bangun bagaimanapun caranya, aku…aku pasti akan membantunya membalaskan dendam klannya…”
Takagi menepuk bahu adiknya, mencoba tidak memberi harapan palsu padanya.
“kalaupun dia…tak bisa bangun lagi…bukan hanya aku yang akan sangat terluka…”

***

“Fuji-kun…aku datang…”
Setelah membawa tersangka Okoyoshi Kato ke markas, Kurumi pergi ke laboratorium milik klan Enoki, tempat dia mengunjungi seorang rekan kerjanya yang dirawat disana.
“Fuji-kun…”
“…”
“kumohon…buka matamu…”
Namun orang yang diajaknya bicara tidak merespon apapun. Patner kerjanya, sekaligus orang yang dia cintai, terbaring diatas ranjang dengan hidung dan tangan yang dipasangi selang. Wajahnya pucat dan terasa dingin ketika Kurumi  mengelus pipinya perlahan.
“ini…ini sudah lebih dari 630 hari…kapan…kau akan sadar…?”
Sekuat apapun gadis berambut pirang ini menahan air matanya, tetap saja tak bisa terbendung. Dibenaknya selalu terbayang kejadian mengerikan yang dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri.
“kalaupun dia…tak bisa bangun lagi…bukan hanya aku yang akan sangat terluka…”
Takuya mengintip dari balik jendela. Pria berambut biru ini sangat tahu kalau Kurumi mencintai sahabatnya, sekaligus partner kerjanya. Dia menatap prihatin punggung gadis itu. Dia bisa menebak kalau Kurumi kembali menangisi sahabatnya.
“tapi kaulah…yang akan sangat terluka, Kurumi-chan

***

Markas besar kepolisian Tokyo, 02.00 PM

“sampai kapan kau akan terus tutup mulut Okoyoshi Kato?!”
“kau mau merasakan pukulan istimewaku huh?? Huh??”
Suasana di sebuah ruang introgasi terlihat tegang namun hening. Kedua polisi pemula klan Fugato, Hiroya dan Hirose masih bersikeras menanyai sang terdakwa sejak 3 jam yang lalu. Terlihat dari gurat wajah mereka yang sudah mulai kehilangan kesabaran.
“mereka lumayan kuat juga sebagai polisi pemula…kkk~”
Sedangkan senior mereka, yang juga merupakan senior Kurumi dkk, Kei Amadare ケイ雨垂れ, menyaksikan kedua juniornya mengintrogasi tersangka dari balik jendela besar. Sesekali memberikan pengarahan  dan sesekali meminta kedua kembar itu beristirahat sejenak.
“sudah ada perkembangan senpai?
“haah…dia benar-benar belum mau buka mulut. Apa aku perlu menggunakan kemampuanku?”
Takuya yang baru saja masuk ke ruang introgasi melipatkan kedua tangannya. Dia menatap tajam si tersangka, Okoyoshi Kato. Pria 34 tahun ini melakukan pembunuhan pada pemimpin generasi ke 24 klan Yuuki. Yang membuat kasus ini sangat janggal adalah klan Okoyoshi dan Yuuki menjalin hubungan baik yang sudah sangat lama. Tentu saja kasus pembunuhan ini sangat aneh.
“oh, ya bagaimana dengan hasil otopsi korban?”
“benar juga, aku baru saja mau menelponmu karena hasil otopsinya sudah keluar”
Kei memberikan secarik dokumen bertuliskan ‘Laporan hasil otopsi korban pembunuhan : Yuuki Towaki’pada Takuya. Dia membacanya dengan seksama, sesekali melihat si tersangka di balik jendela besar ruang introgasi.
“dari luka-luka korban, si pelaku sempat memukuli wajah korban beberapa kali, hingga berakhir menembak korban dengan peluru jenis T301. Korban ditemukan 2 jam setelah pembunuh lari. Namun yang bodohnya si pelaku meninggalkan jejak sepatu yang sangat terlihat jelas. Sepertinya dia belum professional melakukan kejahatan”
“tentu sajalah! Dia itu bukan pembunuh! Makanya kasus ini sangat aneh!”
Takuya menarik napasnya sejenak, dia memang hapal dengan wajah di pelaku, Okoyoshi Kato. Karena dia pernah bertemu dengannya beberapa tahun lalu. Yang dia tahu, Okoyoshi Kato itu pria baik yang sangat menghormati rekan kerjanya yang selalu membantu mereka di kala susah.
“apa sebenarnya…motifmu melakukan semua ini, Kato-san

***

ありがとうございますarigatou gozaimasu (terimakasih(formal))Kobato-sama, kami akan segera menangkap pelakunya”
“maaf merepotkanmu, Kurumi-san
“tidak apa! Kami akan menyelesaikan kasus ini!”
Kurumi baru saja berkunjung ke salah satu TKP kasus yang sedang dihadapinya saat ini. Dia berhasil membawa beberapa cerita dari keluarga korban, yang tidak lain adalah istri korban.
“kalau tidak salah…Fuji-kun pernah…”
……….
“kenapa tidak bergabung dengan yang lain?kau akan kehabisan dagingnya nanti!”
“makan saja, aku tidak mau”
“bukankah itu…buku…sejarah klan?”
“kenapa?”
“kau benar-benar dijuluki si jenius ya, Fuji-kun…”
“beberapa hari lalu aku mengunjungi klan Okoyoshi dan Yuuki, akhir-akhir ini mereka sering bersitegang karena masalah ekonomi dan sosial, padahal mereka itu klan yang saling melengkapi seperti bulan dan matahari!”
“a-aku paling kaku dengan hal berbau sejarah begitu…”
“kau ini memang payah…”
“nani? C-chotto!!”
……….
“Jadi ingin tertawa kalau mengigatnya…aku payah sekali saat itu…”Kurumi tertawa kecil, dia menatap langit yang mulai berubah oranye karena matahari sudah lenyap dari langit.
“sebaiknya aku kembali ke markas dan memberitahu yang lainnya”
Kurumi melangkahkan kakinya. Keraguannya hilang sedikit demi sedikit ketika mengingat pria yang dia cintai.

***
Malam itu pukul 9. Namun suasana jalanan di kota Tokyo masih ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang. Hanya beberapa toko saja yang sudah tutup. Dan di antara ramainya suasana jalan pusat kota itu, terdapat hutan yang berada tak jauh dari kota. Dan disana juga terdapat sebuah gedung tinggi yang tertutup oleh pepohonan lebat. Lebih tepatnya sebuah perusahaan senjata swasta terbesar di dunia, yaitu Otsutoki Corp.
“jadi dia masih ada?”
“benar, Otsutoki-sama
“huh…”
Seorang pria tampak sedang duduk di sofa besarnya. Raut wajahnya memperlihatkan seringai antara senang dan kesal. Lebih tepatnya apa yang ingin didengarnya ternyata tidak sesuai keinginannya.
“dia memang pengganggu rencanaku, harus dilenyapkan secepat mungkin!”
“tapi…Otsutoki-sama…”
“RYUUCHI OTSUTOKI! CEPAT MASUK!”
Pintu yang berada tak jauh dari dekatnya terbuka, tampak seorang pria tinggi berkacamata hitam masuk dengan sopan, namun disertai seringaian licik.
“Anda memanggilku, Otsutoki-sama?”
Pria itu berjalan dan membungkuk hormat pada orang yang tadi meneriaki namanya. Tampak jelas dari wajah pria pemilik Otsutoki Corp. itu tampak kesal.
“kau harus membunuh Fuji Mikazuki lagi, bagaimana pun caranya…”
“anak itu?”
“begitu kau membunuhnya, congkel kedua matanya, aku membutuhkan kedua matanya untuk rencana besarku! Lakukan cara sekasar apapun untuk mendapatkannya!!”
“Anda harus lebih tenang sedikit, Otsutoki-sama, terburu-buru takkan menghasilkan apapun”
“apa katamu?! Kau sekarang berani menolak perintahku hah?!”
Ryuuchi melepas kacamatanya. Memperlihatkan sinar mata yang sama dengan pria yang sedang berdebat dengannya itu. Bekas luka di wajahnya bergerak sedikit ketika dia menyeringai.
“Otsutoki Kagero-sama, tenang saja, kali ini rencanaku takkan gagal”
“pegang kata-katamu, Ryuuchi Otsutoki”
wakatteimasu (dimengerti)

***

LABORATORIUM KLAN ENOKI, 03.00 PM

“Fuji-kun…kasus kali ini…aku jadi ingat cerita tentang klan Okoyoshi itu darimu, kalau saja aku mendengar dengan serius saat itu…”
Kurumi kembali menemui Fuji di lab. klan Enoki. Setiap hatinya resah dia pasti mengunjungi partner kerjanya ini, dengan sejuta harapan pria yang diajaknya bicara itu  bisa merespon walau sedikit.
“Fuji-kun…”
“…”
Kriiingggg
Lamunan Kurumi terhenti ketika ponselnya berdering, dia melihat tulisan di layar ponselnya siapa yang mengganggu lamunannya. Ternyata partner kerjanya yang lain, yaitu Takuya.
“Takuya, ada apa?”
“ini gawat, Okoyoshi Kato baru saja melarikan diri!”
“eeh?!! Tunggu, aku akan kesana!”
Kurumi langsung meninggalkan ruang rawat itu, tanpa mengetahui bahwa ada sepasang mata yang mengawasi tak jauh dari sana.
“hm…ini aneh…tumben pengamanannya melonggar, Fuji Mikazuki”

***

daijoubu desuka? (baik baik saja?) Hiroya? Hirose?”
g-gomen nasai (maaf(formal)) Kurumi-senpai…”
“sudahlah, yang penting kalian tidak apa-apa”
Kurumi membantu memasangkan beberapa plester pada wajah kedua juniornya. Okoyoshi Kato, tersangka yang baru saja tertangkap tempo hari memukuli Hiroya dan Hirose hingga akhirnya dia melarikan diri dari kantor Tokyo Police. Tampak beberapa lebam dari wajah kedua pria kembar itu.
“tapi bagaimana bisa dia melarikan diri?”Kurumi masih mengobati luka kedua juniornya sambil sesekali melirik Takuya yang sedang memeriksa puluhan  flashdisk di laptopnya.
“sepertinya dia melakukan sesuatu hingga bisa berlari lebih cepat dari biasanya”ucap Takuya tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya. Dia memang sedang mengamati rekaman CCTV dari puluhan flashdisk yang ada dimejanya.
“ooh! Sinyal ini! Ketemu juga, dia terlihat berlari di sekitar lampu merah, lihatlah kecepatan yang seperti kilat ini!”
Takuya menunjuk siluet putih yang sangat kecil di layar laptopnya. Kurumi men-scroll mouse yang ada di dekatnya untuk men-zoom gambar siluet itu.
“klan Okoyoshi itu benar-benar ya! Baiklah ayo kita segera bergerak!”
Kurumi mengambil kunci motor yang ada dimejanya dan berlari duluan. Takuya yang hendak mengikutinya terhenti ketika sebuah panggilan dari kakaknya muncul dari ponselnya.
moshi moshi(halo) Ni-chan?nandesuka?(ada apa?)
Takuya…ini…gawat…
N-Ni-chan?

***
“bagus sekali, Okoyoshi Kato”
“aku tidak pernah mau melakukan ini, Ryuuchi-sama!”
“kau sudah sepakat dengan Otsutoki Corp, Yuuki Towaki sudah sepantasnya kau bunuh!”
Kato menundukkan kepalanya sedikit, tidak berani menatap pria yang meneriakinya itu.
“bagaimana pun dia sahabatku! Aku…aku harusnya…”
“kau mau menghidupkannya lagi? Percuma saja karena kau sudah terikat dengan perjanjian kami. Bukankah ini demi klanmu juga huh?”
Suasana yang gelap di sebuah pabrik tua itu semakin dingin dengan angin yang masuk melalui celah-celah atap yang berlubang-lubang. Kato menggigit bibirnya.
“a-apa yang harus aku lakukan sekarang?”
Ryuuchi melemparkan pistol ke hadapan Kato. “ancam opsir Tokyo Police untuk tidak meneruskan kasus pembunuhan klan Yuuki dengan anak itu!”
Ryuuchi menunjuk ke belakang, terlihat samar-samar dari kegelapan tempat itu seorang pria duduk diatas kursi kayu tua dengan tangan terikat dan wajah pucat.
“t-tidak mungkin! K-kenapa Fuji-sama harus kau bawa juga?! Dia tak ada hubungannya dengan apa yang kulakukan ini kan?!”
“tentu saja ada, dia paling dekat dengan keluargamu kan? Kalau kau tidak mau melakukannya, aku tidak bisa menjamin keselamatan istrimu?”
iie!! (tidak!!) tolong  jangan  sentuh dia seujung  jari pun!”
“bagus, lakukan dengan baik, Okoyoshi Kato”
Ryuuchi menghilang dalam kabut. Kato mengambil pistol yang ada dihadapannya dengan gemetaran. Dia melihat pria yang duduk didepannya dengan khawatir.
 “F-Fuji-sama…”

***

“a-aku baru saja keluar beberapa jam yang lalu…”
Ni-chan ada apa ini?! Kenapa Fuji bisa menghilang? Kemana pasukan samurai kita?!”
Takagi tak menjawab, hanya sorot penyesalan yang tergambar di wajahnya.
“b-bagaimana bisa aku tidak menyadari…kalau Fuji-kun…?”
NI-CHAN!!
“TAKUYA SUDAHLAH! KITA AKAN SEGERA MELACAK DIMANA FUJI BERADA! TENANG SEDIKIT!”
Sebuah insiden terjadi di lab.Enoki. tanpa jejak yang tertinggal sedikit pun, Fuji menghilang dari tempatnya berbaring. Tentu saja ini membuat semuanya terkejut dan khawatir.
“bagaimana aku bisa tenang…dasar Ni-chan payah…”Takuya mengepalkan tangannya. Tubuhnya sedikit gemetar.
“anak itu selalu saja buat aku khawatir…bagaimana jika terjadi sesuatu?! Apalagi keadaannya sedang seperti itu! Orang macam apa sih yang membawa anak itu pergi?! Menyebalkan…”
“T-Takuya…”
Kurumi menepuk bahu Takuya yang gemetar. Tentu saja pria berambut biru itu yang lebih khawatir bila terjadi sesuatu pada Fuji. Mereka sudah berteman lebih lama dibandingkan dengan Kurumi.
minna!(semuanya!) ada video aneh yang masuk ke data kepolisian kita!”
Tampak Hiroya menyembulkan kepalanya di pintu masuk. Dia memang kebetulan ikut bersama Kurumi dan Takuya ke laboratorium Enoki, sekalian menyembuhkan beberapa lukanya.
“video apa maksudmu?”
“lihatlah ini! Aku baru saja memecahkan passwordnya!”
Hiroya membiarkan jarinya menari di atas huruf-huruf di keyboard laptopnya. Kurumi dan Takuya memperhatikannya dengan seksama, tak lama kemudian terlihat jelas di layar laptop itu tulisan ‘unlock password success’.
“a-apa ini?!”
“kenapa dia bisa…?!”
“heeii opsir opsir Tokyo Police! Mencariku kemana-mana kan?hahaha!”
“Okoyoshi Kato!!”
“hei! Dimana kau sekarang hah?!”
Isi video aneh yang ditemukan Hiroya ternyata berisi video rekaman, dengan terpampang jelas tersangka pembunuhan yang belum lama melarikan diri,Okoyoshi Kato dengan seringaian liciknya.
“apa yang kau inginkan hah?! Cepat beritahu dimana kau sekarang!”geram Kurumi mengepalkan tangannya.
Dalam video itu Okoyoshi Kato memperlihatkan sebuah pistol di tangan kanannya, dia mengarahkannya kea rah kiri tubuhnya, samar-samar terlihat jelas siapa yang diancamnya.
“F-Fuji-kun?!!”
“kalian lihat? Fuji Mikazuki ada ditanganku sekarang, jika kalian tak ingin dia mati, segera tutup kasusku dan klan Yuuki sekarang  juga! Jika tidak…jangan harap dia akan kembali dengan bernapas!”
Video itu seketika terputus. Takuya mengepalkan kedua tangannya geram. Begitu juga dengan Kurumi.
“j-jadi yang menculik Fuji­-senpai itu tersangka Okoyoshi Kato? T-tapi kenapa?”Hiroya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
“Kasus ini semakin lama semakin aneh saja!”
“tentu saja Fuji itu…dia sangat dekat dengan Okoyoshi Kato…bahkan Kato sampai memanggil Fuji dengan sebutan ‘Fuji-sama’ segala…tapi kenapa?! Ini sama sekali tidak mungkin!”Takuya bergumam sendiri, Kurumi menepuk bahu Takuya.
“ayo, segera lacak dimana dia berada, Takuya!”
Takuya memandang Kurumi lurus, dia tersenyum kecil. “ya…kita harus menangkap Okoyoshi Kato dan menolong Fuji, ikouu!(ayo pergi!)
Praakkk
Sementara itu Okoyoshi Kato yang baru saja menyelesaikan ‘akting’nya memandang ke arah pria yang terduduk di kursi sampingnya dengan takut.
“F-Fuji-sama…? D-daijoubu…?
Kato mendekati sosok Fuji yang tidak  bergerak sama sekali. Dia menyentuh tangan Fuji yang terikat tali. “t-tidak mungkin! Fuji-sama! Anda tidak boleh mati! O-onegai shimasu!!(kumohon!!)”Kato merasakan jemari Fuji sedingin es. Gurat wajahnya semakin ketakutan.
“F-Fuji-sama! Onegai shimasu!
“kau tidak usah menyentuh dia kan?”
Tiba-tiba Ryuuchi Otsutoki muncul begitu saja dihadapan Kato. Kali ini dia menutupi wajahnya dengan masker hitam.
“kau sudah menyelesaikan tugasmu bukan?”
“F-Fuji-sama tidak bernapas! Mana mungkin aku diam saja! Dia orang yang sangat kuhormati dibandingkan kalian klan Otsutoki!!”
BUUGHHHH
“cih…”Ryuuchi menendang tubuh Kato hingga tersungkur
“kau…”
“beraninya kau membandingkan klanku dengan klan busuk itu, apa kau lupa seberapa besar jasa kami membantu keuangan klanmu dan klan Yuuki hah? Kalian akan musnah jika kami tak ada!”geram Ryuuchi dengan sorot mata tajamnya.
“itu tidak ada bandingannya dengan jasa Fuji-sama pada kami! Dia sangat membantu kami membangun rasa kekeluargaan dan hubungan persahabatan!”
“sudah cukup! Aku tidak mau dengar apapun lagi! Begitu mereka berhasil mengetahui tempat ini, bereskan mereka!”
Ryuuchi kembali menghilang dalam kabut, Kato memandang lagi kea rah pria yang dia panggil ‘tuan Fuji’itu.
“F-Fuji-sama…bertahanlah!”

*** 

“jadi dia ada di pabrik tua ini?”
“ya…”
“kau yakin kita tak perlu memanggil bantuan?”
“kita berdua saja cukup, aku akan masuk duluan, kau masuklah setelah kuberi tanda”
“wakatta”
Takuya membuka pintu sebuah pabrik tekstil tua yang dia yakini disitulah tempat Okoyoshi Kato ketika mengirimkan video ancaman tadi.
“nomor barcode yang terekam di video itu sudah kupastikan, baiklah Okoyoshi Kato, doko desuka?!(kau dimana?!)
Takuya melangkahkan kakinya perlahan-lahan. Dia memegang sebuah pistol di tangannya untuk berjaga-jaga.
“ini aneh, kurasa tak ada tanda-tanda ada orang disini”
Takuya membuka sebuah pintu yang engselnya sudah rusak. Dia mempercepat langkahnya  begitu melihat sesuatu didalam pintu itu.
“Fuji! Kaukah itu?!”
Tampak seorang pria dalam kegelapan ruangan itu melaju ke arahnya. Dengan tatapan tajamnya.
“O-Okoyoshi Kato! Apa yang telah kau lakukan pada Fuji hah?!”
“kau sudah menutup kasus pembunuhan itu kan?”
“mana mungkin kulakukan hal bodoh begitu! Motto kami adalah menyelesaikan segalanya sampai akhir!”
Kato mengangkat tangan kirinya, ia mengacungkan pistol ke sebelah kirinya.
“KALAU BEGITU KAU INGIN DIA MATI?! KAU TIDAK PEDULI KALAU FUJI MIKAZUKI MATI?!”
Kato mengacungkan pistol itu tepat ke kepala pria yang duduk didekatnya. Jari telunjuknya telah siap-siap menarik pelatuk di pistolnya.
“menyerah saja Okoyoshi Kato! Untuk apa juga kau menculik Fuji dan menyandranya?! Kau takkan mendapatkan keuntungan apapun jika membunuhnya!”teriak Takuya geram melihat pistol yang dipegang Kato.
“aku…”
Takuya memperhatikan tubuh Kato. Bahu dan tangannya terlihat gemetaran. Pria itu juga menundukkan wajahnya.
“jatuhkan pistolmu Kato-san, aku tahu kau bukan pembunuh, kau punya alasan membunuh Yuuki Towaki kan?”nada bicara Takuya sedikit menurun melihat sikap Kato yang tiba-tiba berubah.
Prakkk
Kato menjatuhkan pistol yang dipegangnya. Gurat wajahnya berubah drastis menjadi gurat wajah khawatir dan ketakutan.
“Kato-san?
“aku!! Aku tidak mungkin membunuh Towaki! Ini…ini kesalahan besar karena klan Otsutoki!!”
DEGG
“klan apa katamu?!”
DHOOORRRR!!
Tiba-tiba darah segar keluar dari mulut Kato, perlahan tubuhnya jatuh ke tanah. Noda darah terlihat tepat di bagian punggung kanannya.
“s-suara tembakan pistol? Apa yang terjadi disana sebenarnya?”sementara itu Kurumi masih menunggu di luar bangunan pabrik menunggu sinyal dari Takuya.
“jangan sampai terjadi apapun Takuya!”
“K-Kato-san!! Heii siapa yang menembak hah?! Keluar saja!!”Takuya menghampiri tubuh Kato yang lemas tak berdaya karena timah panas yang berhasil menembus punggungnya.
“hei bertahanlah!!”
“OKOYOSHI KATO PENGKHIANAT!”
Leher Takuya menegak begitu mendengar suara teriakan misterius didekatnya. Kepalanya bergerak ke kanan dan kiri mencari-cari dimana suara itu berasal.
Dan ia melihatnya. Sorot mata tajam tak jauh dari tempat Fuji duduk dan diikat.
“sorot…mata itu…k-kau…”
“Takuya!”
Kurumi tiba di tempat itu karena tak bisa menunggu lebih lama lagi sinyal dari Takuya. Dan dia langsung terkejut begitu melihat sosok pria tegap berdiri dihadapannya.
“sudah lama tak bertemu ya, Kurumi Shirayuki, dan Takuya Enoki”
“KAUUU!!”dengan sembrono Takuya mengacungkan pistolnya dan melepaskan timah panasnya dengan cepat…
DHOORRR!!
“heh…percuma saja tahu”
Sayangnya peluru yang ditembakkan Takuya tidak mengenai pria itu. Di sekeliling pria itu terlihat sekat transparan yang membuat peluru yang ditembakkan Takuya melayang diudara hingga akhirnya jatuh sia-sia.
“segel itu!”
“percuma saja menyerangku dengan cara apapun. Sekat ini takkan bisa tertembus sekalipun itu peluru”
“RYUUCHI OTSUTOKI!! UNTUK APA KAU MENYANDRA FUJI SEGALA!? APA HUBUNGANMU DENGAN OKOYOSHI KATO DAN YUUKI TOWAKI HAH?!”
Ryuuchi tidak menjawab. Dia memandang remeh pada Takuya juga Kurumi.
“apa yang kurencanakan sudah terlanjur gagal. Lagipula pria brengsek itu sudah mengkhianatiku. Bawa saja kembali kedua mayat itu!”
“heii!!”
Ryuuchi kembali menghilang dalam kabut. Takuya menggeretakkan giginya geram, mengepalkan tangannya sekuat tenaga.
“Ryuuchi Otsutoki…aku pasti akan menangkapmu…pasti!!”
“Fuji-kun!! Bertahanlah!!”
Takuya langsung berlari kea rah Kurumi yang tengah melepas tali ditangan Fuji.
“t-tangannya…”
“hei bertahanlah! Dia belum mati!”
Takuya mengeluarkan energy penyembuh dari kedua telapak tangannya. Ditempatkannya kedua telapak tangannya di dada Fuji. Namun Takuya tak merasakan detak jantung sama sekali.
“bangun! Jangan tidur ditempat seperti ini tahu!”
Takuya mengeluarkan seluruh kekuatan yang dia bisa. Menyalurkan energy penyembuh andalan klannya untuk membuat tubuh Fuji kembali hangat. Kurumi hanya bisa menggenggam erat tangan Fuji.
“F-Fuji-kun…aku mohon bertahanlah…!”
………….
DEGG
 “perasaan ini…”
“Fuji-chan! Kau masih disini juga?”
“s-suara ini?”
……………
Degg
Degg
Degg
“suara jantungnya kembali…”
“Takuya?”
“ayo, kita segera kembali ke lab! telpon bantuan untuk membawa Okoyoshi Kato!”
Dengan terburu-buru Takuya mengangkat tubuh Fuji ke punggungnya. Memeganginya erat dan menjaga keseimbangannya.
“tunggulah Fuji! Kau takkan mati! Bertahanlah!”




Antara hidup dan mati…



berikan komentar nya ya supaya aku bisa tetap semangat menulis^^
arigatou gozaimasu ^^ 

{ 3 komentar... read them below or Comment }

  1. Why..Terputus d situ, pnasaran weh
    LN nya bagus. bacanya baru sekarang,,, hehe. krna baru tau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whoa ada yang komen *.* nanti aku update lanjutannya ya :)

      Hapus

Hajimemashite!

SHIRAYUKI-CHAN
Zen and Kirito is my lovely boy. 

Traktirnya dong~

Traktirnya dong~
Mau bantu donasi dengan traktir kopi? Boleh banget!

PROGRESS SAO VOL 23

PROGRESS SAO VOL 23

PROGRESS SAO VOL 24

PROGRESS SAO VOL 24

Visitor

WARNING!

FAQ:
1. Mengalami masalah saat ekstrak file .rar dari blog ini?
"make sure to input the password"

2. Pengguna android disarankan gunakan aplikasi yang bisa membaca rar/input password rar (rekomendasi: gunakan aplikasi Zarchiver yang bisa didownload di app store)

password: lianoatarashiisekai

Temukan Kami di Facebook

- Copyright © 2013 Shirayuki-chan's Blog -Sao v2- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -